Monday, 15 September 2014

A Cup Of Coffee


A Cup of Coffee

Kini tiba musim salji, seorang pemuda terbangun dari lenanya. Pemuda itu menuju ke arah tingkap biliknya. Di luar, butiran-butiran putih terlihat indah jatuh dari langit menghiasi halaman rumahnya.
“Salji..” kata pemuda itu pelahan.

Setelah merasa dirinya puas melihat salji-salji yang indah itu, pemuda itu menutup ke bilik air untuk membersihkan diri. Setelah 30 minit, pemuda itu keluar dari biliknya dengan berpakaian rapi.
Pemuda itu menuju ke arah dapur, dicapainya cawan putih dan kopi. Pemuda itu mengisi serbuk kopi itu ke dalam cawannya lalu menuang air panas dan mengacaunya. Secawan kopi hitam tanpa gula.

Pemuda itu mengambil roti dan meletakkannya diatas piring kecil. Kemudian dia melangkah ke peti sejuk untuk mengambil jem strawberi. Saat menutup pintu peti sejuk itu, matanya terlihat gambar di pintu peti sejuk tersebut. Di gambar itu, ada seorang lelaki dan seorang gadis yang tersenyum dengan tangan mereka membuat bentuk ‘LOVE’.

Pemuda itu tersenyum saat melihat gambar itu. Dia menyentuh gambar itu perlahan-lahan. Tepatnya di bahagian gambar seorang gadis yang cantik itu.

“Selamat pagi, IU” sapa pemuda itu.

Pemuda itu tersenyum sekali lagi melihat wajah gadis cantik pada gambar tersebut. Kemudian dia mengambil sarapannya dan menuju ke balkoni rumahnya. Tujuannya untuk menikmati sarapan dengan melihat keindahan salji yang turun dari langit.

Pemuda berambut hitam itu meletakkan roti dan kopi yang dibawanya di meja kecil di balkoni itu lalu pemuda itu duduk di kerusi berhampiran di meja itu. Matanya terus melihat ke arah salji-salji putih yang indah tersebut.

Pemuda itu mengambil kopinya lalu bersandar tubuhnya pasa kerusi tersebut. Matanya terpejam saat menghirup kopi tersebut. “Ahhh... nikmatnya..” Kenikmatan kopi tersebut bagai dapat dirasa melalui tekaknya. Sementara mindanya berfikir tentang gadis yang mengisi hatinya pada masa dulu.


Flashback ON

5 TAHUN LALU

Di Cafe ‘Seoul of Coffee’. Salah satu cafe terbaik yang ada di Seoul. Cafe yang menyediakan pelbagai jenis minuman dan makanan yang diperbuat dari kopi-kopi terbaik di seluruh dunia.
Hari minggu, hari yang tepat untuk menghabiskan masa di bandar dan masa yang tepat untuk berdating. Itulah yang sedang dilakukan oleh sepasang kekasih tersebut. Duduk di salah satu meja, menikmati kenikmatan kopi pilihan mereka sambil mendengar lagu-lagu romantis.

“Bagaimana hari-harimu sayang? Apakah semuanya baik?” tanya pemuda tersebut yang memulakan percakapan tersebut.

Masih tiada jawapan. Gadis itu masih setia menatap keluar tingkap cafe tersebut. Memerhatikan penjalan-penjalan kaki yang melintasi bandaraya Seoul.

“IU!” kali ini pemuda tersebut memanggil dengan memegang bahu IU. Membuat IU terkejut dan kembali kepada dunianya.

“Ya?” balas IU sambil memandang kearah pemuda tersebut.

“Awak termenung? Awak okey ke?” tanya pemuda itu dengan risau.

IU tersenyum hambar mengahadapi pemuda itu. Jari-jari lentiknya mengelilingi permukaan cawan kopinya. “Su... Suho Oppa...” panggil IU perlahan.

“Hm..?” pemuda bernama Suho itu memandang wajah kekasihnya.. “Ada apa sayang?” tanya Suho lembut.

IU menghembuskan nafasnya. Bagaimana dia boleh memberitahu pada kekasihnya ini? Kekasihnya ini terlalu baik. Dia terlalu lembut. IU menghembuskan nafasnya sekali lagi. Menguatkan hatinya. Macam manapun dia harus beritahu semua ini kepada Suho.

“Saya.. Saya nak hubungan kita berakhir, oppa..” kata IU akhirnya.

Suho terkejut. Melihat kekasihnya tidak percaya. Berakhir? Apa maksudnya? Apa maksud semua ini?
“Apa maksudmu IU?” tanya Suho untuk mendapat kepastian. Mungkin saja dia tersalah dengan.
IU menatap Suho dengan rasa bersalah. “Maafkan saya, Oppa. Tapi.. saya betul-betul nak hubungan ini berakhir” kata IU.

Suho tersenyum hampa. Ternyata dia tak salah dengan. “Alasanya?” tanya Suho selembut mungkin dan tersenyum dengan manis.

IU berasa semakin bersalah pada Suho. IU tahu kalau senyuman Suho kini bukanlah senyuman manis yang biasanya. Senyum ini adalah senyuman kekecewaan yang mendalam. Seyum kecewa yang ditutupi oleh senyum manis.

“Saya.. Saya ada pilihan lain” kata IU sambil menunduk.

“Siapa?” Balas Suho lembut.

“Kris. Wu Yi Fan.” Jawab IU perlahan. IU masih menundukkan kepalanya. Tidak berani dan tidak sanggup untul melihat mata Suho yang mengambarkan perasaannya yang terluka.

“Apa awak bahagia dengannya?” tanya Suho. IU mengangguk perlahan. Suho tersenyum melihat IU yang menunduk tidak berani melihatnya.

Suho mengangkat dagu gadis cantik itu dengan tangannya. Membuat mata mereka bertentangan dengan terpaksa. “Kalau bergitu, pergilah kepadanya” kata Suho lembut.

IU tidak percaya dengan apa yang didengar. Pemuda ini rela melepaskannya? “Apa oppa tak marah dengan saya? Apa oppa rela melepasnya saya?”

Suho tersenyum sekali lagi. “Kenapa saya perlu marah kalau awak bahagia dengannya? Saya rela lepaskan awak asalkan awak bahagia”

IU menatap Suho dengan mata yang berkaca-kaca. Air matanya jatuh mengalir di pipi putihnya. IU menghampiri Suho lalu memeluknya. “Gomawo oppa.. Gomawo.. Oppa yang terbaik... Hiks.. Maafkan saya sebab kecewakan oppa... “

Suho tersenyum membalas pelukan IU. Tangannya mengusap kepala Iu dengan lembut. Berusaha untuk menenangkan IU yang terus menangis di dalam pelukkannya. “Sssshhhh.. Uljima.. Jebal.. Oppa tak suka tengok awak menangis..”

IU melepaskan pelukannya. Mengusap air mata yang membasahi kedua pipinya. IU menatap Suho dengan lembut. Tangannya memegang pipi Suho.

“Oppa orang yang baik. Sangat baik. Saya yakin oppa akan dapat orang yang jauh lebih baik dari saya.” Kata IU dengan serius. Suho mengangguk dan tersenyum.

IU mendekati wajahnya dengan Suho. Mencium Suho dengan lembut. Memberikan ciuman tanda perpisahan kepada Suho. Ciuman yang singkat yang menyalurkan seluruh perasaannya pada Suho. Memandang pemuda itu sekejap. “saya kena pergi, Suho oppa”
Suho mengangguk dan tersenyum. “Pergilah” katanya lembut.

“oppa orang yang baik. Terima kasih untuk semuanya. Maaf telah mengecewakan oppa.” Kata IU dan berlalu pergi dari cafe. Meninggalkan Suho sendiri.
Suho menatap cawanya. “sepertinya.. Kopi hitam tanpa gula akan terasa pahit mulai sekarang.”


Flashback END!

Suho menghirup kopi itu sekali lagi. Salji turun semakin lebat. Semakin memenuhi halam rumahnya.
“Sudah lima tahun berlalu, IU? Apa khabar dengan awak hari ini?” tanyanya  pada angin yang bertiup. Berharap angin itu boleh menyampaikan pertanyaannya pada orang yang dirinduinya selam lima tahun ini.

“IU, awak pernah tanya saya kan? Bagaimana pagi saya saat awak tiada di sisi saya?” katanya sendiri. “pagiku sangatlah dingin. Sedingin lantai balkoni yang kini telah ditutupi oleh salju ini”
Suho kembali menghirup kopinya. Tak ada lagi air kopi yang diminumnya sejak tadi. Yang tinggal hanya serbuk-serbuk kopi sahaja.

“Secawan kopi hitam tanpa gula menemani jiwaku yang sepi di pagi yang dingin. Bukankah sesuai untuk saya, IU?” kata Suho lagi.

Suho berdiri dan pergi ke halaman rumahnya yang sudah ditutupi oleh salji. Suho menghulurkan tangannya ke udara. Berusaha menampung salji yang terus jatuh di atas  tapak tangannya.

“Salji.. sampaikan salamku padanya. Katakan bahawa aku baik baik saja. Katakan bahawa aku selalu mendoakan yang terbaik untuknya.”

Suho kembali masuk ke dalam rumahnya setelah menyampaikan permohonannya pada salji-salji putih yang berjatuhan. Sebelum menutup pintu rumahnya, Suho menatap keluar. Kembali memandang salji-salji putih tersebut.

“SEMOGA AWAK BAHAGIA DENGANNYA, IU”
TAMAT

Tuesday, 24 June 2014

[MV] Device Hoon - "Don't Break Up"



Device Hoon - Don't Break Up


디바이스 훈 -  Don't Break Up
Device Hoon  - Don't Break Up


lyric


don't you see that your love has gone away
those beautiful kiss
most meaningful things yeah
seems to be all wrong
painful words that have truly broken your heart

every passion that's been led to be depression
those beautiful minds have all become to obsession yeah

though you will know 
although you'll know it's gonna hurt

don't break up
don't break up
don't break up
don't break up

even though that it seems to be gone away
this will always be the word that i'm gonna say

don't break up
don't break up

feel the love that is deep down in your heart
don't forget all the wonderful things you felt
he's the one that you'll never ever find again

don't you feel that your love is gonna say
see the rain fallin' down
feel the chain tying down yeah 

seen it through your eyes
filled with tears and a sight of a shiver

don't break up
don't break up
don't break up
don't break up

even though that it seems to be gone away
this will always be the word that i'm gonna say

don't break up
don't break up

feel the love that is deep down in your heart
don't forget all the wonderful things you felt
he's the one that you'll never ever find again

every fiction has a beautiful tension yeah
your powerful love could be a kind of infection

this time you should do it all

don't break up
don't break up
don't break up
don't break up

even though that it seems to be gone away
this will always be the word that i'm gonna say

don't break up
don't break up

feel the love that is deep down in your heart
don't forget all the wonderful things you felt
he's the one that you'll never ever find again

never have to be alone

sekian lama

assalamualaikum dunia..

sekian lama diriku tidak menjejak di blog ini..
ini kerana banyak perubahan yang berlaku ke atas diriku..
perubahan yang sangat drastik..
tahun 2014 sudah sampai ke pertengahannya..
tapi baru kini aku membuat blog ini...

kini,
aku tidak lagi berapa di Asrama Kolej 6..
kini aku berada di Asrama di Kolej 7 bersama senior kami yang sumpah baget bagus..
hihihihihii..
sebenarnya.. tiada masalah pun dengan mereka..
tapi kadang-kadang mereka gila kuasa,,
peraturan mereka buat mengikut fikiran mereka tanpa pembincangan dengan yang berkuasa..
bukan tidak terima, tapi hati kami sakit bila mendengar peraturan itu..

kami boleh membantah jika kami mahu..
tapi kami berfikir secara matang..
kami buat apa yang kami mahu tanpa menyusahkan sesiapa...
kami tidak menentang bukan bermakna kami lemah..
tatapi kami tidak ingin mencipta pergaduhan..

Dari hati,
AZZ

Sunday, 29 December 2013

Malam di Taman Budaya.

Ya ALLAH..
sesungguhnya aku menrindukan saat seperti ini.

Mendeklamasi sajak..
Nyanyian lagu puisi..
Walaupun sambutan di sini tidaklah ramai,
tetapi cukup bagi mengubati rindu dalam sastera.

Deklamasi dari bonda Amaruszati,
Nyanyian lagu puisi dari Along..
Persembahan silat
dan banyak lagi.

Rindu aku terubat dengan suasana di sini.
Ya ALLAH, sesungguhnya aku merindui saat ini..

Sunday, 22 December 2013

Liku-liku kehidupan

Bismillahhirahmanirahim..
Assalamualaikum dunia yang sementara...

Kehidupan ini penuh dengan cabaran kan?
Kadang-kala sampai tak sanggup nak hadapinya.
Walaupun setiap masalah ada jalan penyelesaian.
Kita sahaja yang tidak mengetahui cara penyelesaiannya..
Sabar dan berani mencuba..
Itu yang penting.
Luahkan perasaan kepada orang yang paling kita percaya.
Hal ini akan membuat kita menjadi lebih tenang.

Think positive more better than negative.
LOVE you.

Friday, 20 December 2013

Sahabat Pendorong Kehidupan.





Gadis yang lahir pada 16 November 1997. Aku mengenali gadis ini semasa umur lapan tahun. Mempunyai seorang adik lelaki yang sporting dan memahami serta caring. Nama koreanya ialah Lee Hyun Rim. Banyak pengalaman yang dikongsi bersama dengannya. Semasa waktu kemuncak pengenalan kami, aku hanya mengenalinya sebagai budak satu fardu Ain dengan aku dan tanpa aku mengetahui bahawa dia satu sekolah denganku.

Menjejakkan kaki ke Sekolah Menengah Kebangsaan Tengku Abdullah, kelas kami hanya bersebelahan. Semenjak itu hubungan kami lebih rapat apatah lagi apabila si gadis mula meminati hiburan K-pop. Bermula dengan group boyfriend, bertukar ke B1A4 dan bertukar dan terus bertukar mengikut peredaran masa. Saat aku mengenalinya kini, Si gadis sedang dilamun cinta sehingga membuat kerja yang tidak masuk akal menurut orang lain tetapi tidak aku kerana aku turut menurut serta.

Gambaran kepada si gadis menerusi mataku, Si gadis seorang yang periang, comel tetapi mudah gemuruh. Keputusan dalam pelajaran tidaklah menghampakan. Walaupun di gadis tidak aktif dalam sukan, tetapi dalam pelajaran jangan dipandang remeh. Si gadis lebih suka kepada sesuatu yang ‘Have Fun’ dan ceria. Sebagai bukti, lihat sahaja group-group K-pop yang diminati, semuanya berwarna-warni. Malah, si gadis kini seorang yang sukakan aiskrim sehingga mengheret aku ke lembah aiskrim yang sama disamping meraikan hati yang diwarnai pelangi.


Si gadis ialah sahabatku, Ruwaida.





Nama yang diberi amatlah manis. Dilahirkan pada 6 Januari 1997. Merupakan anak sulung daripada lima adik beradik. Antara pembawa Virus K-Pop di sekolah. Aku mengenali si dia saat berumur 8 tahun di tuisyen nusaju di kampungku dan berpisah semasa berumur 9 tahun. Jangka masa yang pendek untuk mengenali si dia dengan lebih mendalam.

Menurutku, si dia seorang yang tabah dalam menghadapi ujian hidup walaupun kadang kala ramai yang terlebih dahulu melepasinya. Si dia pandai memasak dan mengemas tetapi memang gagal dalam bab-bab mengemas pakaian sendiri. Laptop Si Dia ini penuh dengan korea daripada bahan belajar. Tapi jangan risau, si dia ni belajar ok, hanya math je yang selalu menjadi masalah baginya. Kalau bab-bab mendownload, boleh tanya si dia yang gilakan mendownload video.

Aku berjumpa kembali dengannnya saat masuk ke alam menengah tetapi si dia sekelas dengan si gadis. Kerana si dia ini, Virus K-Pop menular ke seluruh kelas malah turut merebak ke kelas-kelas yang lain juga. Untuk pengetahuan, Si dia ini bermata empat. Mungkin kerana banyak sangat tengok TV. Pernah ada pengalaman melihat dia menangis tetapi aku tidak memujuknya kerana lebih ramai yang menghampirinya dan aku pergi ke arah sahabatku yang sedang menumpahkan air mata kerana tiada yang berani memujuknya selain aku. Rasa bersalah juga kerana tidak memujuknya tetapi aku masih memikirkan sahabatku yang seorang lagi.
Kini, hubungan kami sangat rapat. Aku selalu tidak melepaskan peluang untuk berjumpa dengannya jika mempunyai kesempatan. Bermula dengan nama koreannya Choi Si Jung, bertukar kepada Lee Young Kyung dan kini namanya Lee Soo Jung.

Dia rakanku, Sarah Afiqah.


Lee Ha Na 




20 Julai 1997, Si Ceria ini dilahirkan ke bumi ini. Si Ceria ini memang menyukai nama AiLee. Mungkin sempena namanya dan idol kesayangannya itu. Aku sudah mengenali si ceria ini dari 7 tahun tetapi aku tidak tahu sejak bila si ceria ini mengenaliku. Si ceria ini anak tunggal yang menjadi lawan mainku semasa sekolah rendah sehingga sekarang. Kami kadang kala bersama, kadang kala berpisah. Untuk pengetahuan, si Ceria ini mudah tertarik dengan warna pink. Si Ceria merupakan SI MERAH JAMBU. Aku pernah memanggilnya gila kuasa kerana dia suka tulis besar-besar di white board or black board.

Si Ceria ini juga merupakan kpoper yang setia dengan group lelaki idamannya Beast. Tatapi masih menyelit untuk meminati group lain juga. Lumrah hidup sebagai kpoper yang sering bertukar-tukar group. Si Ceria ini murah dengan senyuman yang menawan dan manis jika dipandang. Bukan itu sahaja, si ceria ini juga cantik orangnya. Si ceria ini bijak dalam pelajaran tetapi kurang dalam bersukan.

Aku sering mengunjungi rumah si ceria ini jika ada kelapangan bersama-sama temanku yang lain. Jika ke rumah si ceria ini, kami pasti akan pulang kekenyangan kerana ibunya suka memasak untuk kami. Perangai si ceria ini, walau apapun, si ceria ini sering melakukan di hadapan TV. Dan jadi sahabat baik antara si ceria ini dengan tv agaknya. Apapun, aku happy kalau dengan si ceria ini.


Si ceria ini ialah Nur Aina. 






Dia dilahirkan pada 28 Februari 1997. Dia ialah sahabat yang berbangsa cina. Aku mengenali dia saat kami berumur 13 tahun. Gadis ini mempunyai seorang abang. Gadis ini seorang yang sentiasa  ‘Happy-Go-Lucky’. Dia juga seorang kpopers yang sering bertukar-tukar group.



Dia ini pandai bermain Yoyo Cina. Dia bersama kawan-kawannya sering bermain dan membuat persembahan yoyo cina di sekolah. Dia ini pandai dan lemah dalam beberapa mata pelajaran. Dia seorang yang comel, cantik, ceria dan bersemangat tetapi jangan menyuruhnyya masuk persembahan di atas penttas kerana dia tidak akan melakukannya. Mungkin kerana malu. Dia pandai bermain badminton.



Dia mempunyai ketawanya yang tersendiri. Dahulu, dia meminati kumpulan Beast. Selepas itu bertukar ke kumpulan Ze:A dan kini meminati kumpulan infinite. Adakah dia akan bertukar kumpulan lagi? Dia seorang yang menarik menurut aku. Dia juga caring dan pandai mencuit hati. Dia ini menjalin hubungan dengan TV secara terbuka. Dia memang seorang yang baik. Aku memang suka mencubit pipinya yang comel tu. 

My Friends Tan Yien Siew.





Dilahirkan pada 9 Ogos 1997. Si Riang ini mempunyai darah dari negeri kijang. Si Riang ini merupakan sahabat baikku. Perkenalan bermula pada 15 tahun disaat si Riang ini menyadang jawatan pengawas sama sepertiku. Disebabkan perangainya gila-gila sepertiku, aku mudah bergaul dengannya. Malah, tanpa segan silu aku boleh meluahkan perasaan yang bermain dalam hati ini kepadanya.

Si Riang ini mempunyai wajah yang cantik dan berseri. Si Riang ini juga sudah pernah menjejak kaki ke tanah suci pada tahun ini. Bertuahnya si Riang ini. Si Riang ini cerdik dan aktif dalam sukan bola tampar. Nampak je kurus macam tu, tapi tak pandai duduk diam.

Gambaran Si Riang ini melalui mataku ialah, Si Riang seorang yang tabah dan sukakan cabaran. Si Riang seorang yang matang. Si Riang ini juga tidak suka belajar tetapi senang menangkap ilmu yang dipelajari. Aku sering keluar bermain atau jalan-jalan dengan si Riang ini. Sememangnya si Riang ini tidak renggang dengan adik perempuannya.

Si Riang ialah Izzati Liyana.





That is my ‘sister’. She so caring. We have many sweet and sad memories together.She born in 10 July 1983. She from Indonesia. Long time ago, I start know her at Ever Lasting Friend=E.L.F group in Facebook.  

Since I saw her picutre, I think She so cute. Sometimes, if I have problem, I find her and tell everything to her. She give me a support to stand again.  Now, I think she like me. Stay find our friend from korean, Donghya and Yinho. We don’t know where are they.

She so amazing!! I think she my sister, friend and awesome kpopers. She like japan and korean drama. If you see her Facebook, you will know what she like.

She is Dewi.





When I’m happy, I find you. When I’m cry, I find you. I like say ‘Unnie Hug You dear’.  You are born on 16 Februari 1991 in Indonesia. You are always make me calm down. You make me happy, laugh and smile.

You are very amazing and awesome woman. I really want sister like you. Where and When I meet you? Forgot it. I know you are a good sister, friends and ELF Family.

I really trust you as my friends. When I see you pictures long time ago, I know you are pretty in my eye.

She so KIND! I Love her as my friends and sister. I really hope can meet she.

She is Sabrina Wury.  

Wednesday, 11 December 2013

PERBINCANGAN TIGA PEMIMPIN YAHUDI

YAHUDI 1: "Kita tak boleh lawan Umat Islam melalui peperangan, sebab umat islam perang untuk mati (syahid)" 

YAHUDI 2: "Hmm, betul. Selagi kitab ini (al-Quran) ada di tangan mereka tak mungkin mereka boleh dikalahkan." 

YAHUDI 3: "Kita serang secara pribadi mereka sehingga mental dan Rohani mereka lemah. Kita penuhkan siaran tv mereka dengan cerita yg melalaikan, kita penuhkan radio dengan lagu-lagu yang mengasyikkan jiwa mereka !! KITA HANCURKAN PEMUDA-PEMUDI MEREKA!! Biar mereka lalai dari solat! Kemudian kita pecah-belahkan mereka!! Biar mereka terus berperang satu sama lain!" 

YAHUDI 1: "Bagus! Biar mereka terlalai, terlena. Biar mereka lupa kitab dan solat mereka. Sebab umat islam akan jadi lemah bila tinggalkan ajaran TUHAN mereka." 



Adakah Kita mahu mereka terus menjajah mental/rohani kita? Jom berubah sedikit demi sedikit ke jalan Allah. Baru Islam itu LEBIH kuat. ALLAHUAKBAR!!!

SAYANGILAH AGAMAMU KERANA TUHAN MENYAYANGI DIRIMU UMAT ISLAM